Monday , October 14 2019

Berkat TKI, Indomie Populer di Arab Saudi

Permintaan pasar Arab Saudi sampai 220 ton sehari. Produk mie instan Indomie tidak hanya terkenal di Indonesia tapi juga hingga mancanegara. Salah satu negara yang menyukai Indomie adalah Arab Saudi.

Dalam salah sesi diskusi dalam Indonesia Millennial Summit 2019, eks Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi bahkan menyebut kepopuleran Indomie di sana karena tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ada di sana.

Kok bisa?

  1. Banyak TKI makan Indomie dan ‘menularkan’ kepada lingkungan mereka

Lutfi menyebut banyak TKI, khususnya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, suka makan Indomie. Kemudian majikan hingga anak majikan mereka banyak yang tertarik untuk mencoba Indomie.

“Jadi karena pembantunya, TKI-nya makan Indomie, anaknya pengen ikut makan. Bener kan, Ton?” tanya Lutfi pada CEO PT Indofood Axton Salim dalam sesi Building a Brand and a Legacy di Millennial Summit (IMS) 2019 di Bhinneka Stage, Grand Ballroom Kempinski.

“Kebanyakan mulainya dari TKI, sih. Jadi kita terima kasih sama TKI,” jawab Axton.

  1. Indomie rasa soto paling populer di Arab

Axton mengatakan Indomie rasa soto paling banyak diminati di Arab. Orang Arab pun memiliki cara yang unik dalam memasak Indomie untuk disantap.

“Kalau di Saudi yang populer kita punya flavor soto. Soto tapi di sana dipanggil vegetable soup. Itu salah satu yang orang dia demen. Rasanya hampir sama seperti di Indonesia,” katanya.

  1. Permintaan Indomie oleh pasar Arab Saudi hingga 220 ton sehari

General Manager Pinehill Arabia Food Ltd, Noor Wahyono seperti dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri September lalu mengatakan permintaan Indomie oleh warga di Arab sangat tinggi dan mencapai 220 ton perhari.

Noor mengatakan bahwa Indomie menguasai 95 persen pangsa pasar mi instan di Arab Saudi.

  1. Produk Indomie dijamin halal

Noor kala itu menerima Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin ditemani CEO Pinehill Arabia Food, Faisal Bawazir saat mengunjungi pabrik mi instan terbesar se-Timur Tengah dan Afrika Utara yang berlokasi di kawasan industri (Shanaiyah) Jeddah, Arab Saudi. Faisal Bawazir menjelaskan faktor jaminan halal membuat Indomie mudah diterima konsumen di Arab Saudi.

“Mulanya tidak ragu mereka untuk mencobanya karena dijamin halal. Indonesia memiliki jumlah muslim terbesar di dunia,” kata Faisal.

  1. Pabrik di Jeddah bisa memproduksi 72.000 bungkus per jam

Sementara itu, Kepala Pabrik Indomie Jeddah, Bambang Gunawan, menyampaikan pabrik yang beroperasi sejak 1995 ini telah mengembangkan produksi di kawasan Timur Tengah, Afrika dan Eropa Timur. Di Arab Saudi, Pinehill membangun pabrik serupa di Dammam pada 2007.

Pabrik di Jeddah itu memproduksi 72.000 bungkus per jam atau 3,5 juta bungkus per hari. “Total dengan pabrik yang di Dammam, kapasitas produksi kita 5,5 juta bungkus per hari, Jeddah dan Dammam,” kata Bambang.

Check Also

Akuisisi Freeport Ke Pangkuan Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bercerita dalam laman facebooknya mengenai perjalanan pemerintah Indonesia mengakuisisi …

 
royal safari
Joody
Al Sharif tourism
Al Sharif oud
juri
Albasha
aljazeerah restaurant
Zahra Aljazeerah
alsadda
Al Marina
bandar
jumaira
andalus
Villa Raja
sam
shisha
jumbulu